Pernah sampai di menit-menit terakhir, isi tugas sudah rapi, tetapi bagian daftar pustaka masih kosong? Ini salah satu alasan kenapa banyak orang mencari contoh daftar pustaka yang benar dan siap pakai. Di artikel ini, Anda akan menemukan format paling sering diminta di sekolah dan kampus, plus contoh untuk buku, jurnal, website, skripsi, sampai video.
TL;DR: Jika dosen atau guru menyebut “APA 7”, fokus Anda ada di konsistensi format. Untuk buku, APA 7 tidak lagi menuliskan lokasi penerbit, dan untuk sumber digital Anda biasanya perlu DOI atau URL yang bisa dilacak. Jika diminta Chicago (CMS), polanya mirip, tetapi tanda baca dan susunan elemennya berbeda. Ikuti pedoman yang diminta pengajar, lalu pakai contoh di bawah sebagai “kerangka jadi”.
Pengertian singkat: apa itu daftar pustaka?
Daftar pustaka adalah daftar sumber yang Anda gunakan saat menulis tugas, makalah, artikel, atau skripsi. Fungsinya sederhana tapi penting: pembaca bisa melacak asal informasi, dan tulisan Anda terlihat lebih dapat dipertanggungjawabkan. Pada praktiknya, daftar pustaka juga membantu Anda terhindar dari masalah etika akademik karena sumbernya jelas.
Ada satu konteks yang makin terasa di Indonesia: sumber online semakin dominan. Menurut laporan ANTARA yang merangkum hasil survei APJII, penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5% pada 2024, artinya akses ke artikel web, jurnal online, dan dokumen digital makin luas dan rujukan digital makin sering masuk daftar pustaka (lihat data di ANTARA tentang survei APJII).
Aturan cepat penulisan daftar pustaka yang paling sering dipakai
Bagian ini dibuat ringkas supaya Anda bisa cek cepat sebelum mengumpulkan tugas.
- Tulis berdasarkan gaya yang diminta (APA, Chicago, atau gaya selingkung kampus). Jangan campur.
- Umumnya elemen yang dicantumkan mencakup penulis, tahun, judul, dan informasi penerbitan atau tautan.
- Urutkan daftar pustaka secara alfabet berdasarkan nama penulis (atau nama organisasi jika penulisnya institusi).
- Konsisten soal kapitalisasi judul, huruf miring (italic), dan tanda baca.
- Untuk sumber online, pastikan URL atau DOI bisa dibuka dan relevan dengan halaman yang Anda rujuk.
- Jika sumber tidak mencantumkan tanggal, beberapa pedoman memperbolehkan “tanpa tahun” (n.d.) tergantung gaya yang Anda pakai.
Jika Anda menulis dengan APA 7, ada dua “jebakan” yang sering bikin revisi:
- Lokasi penerbit untuk buku tidak ditulis lagi.
- DOI dan URL ditampilkan sebagai tautan.
Keduanya ditegaskan dalam pedoman resmi dan ringkasan perubahan APA 7. Anda bisa mengecek penjelasan resminya di APA Style tentang lokasi penerbit, dan ringkasan aturannya di Purdue OWL tentang perubahan APA edisi 7
Pilih gaya sitasi: kapan pakai APA 7, kapan pakai Chicago (CMS)?
Di Indonesia, dua gaya yang paling sering “muncul tiba-tiba” di instruksi tugas adalah APA dan Chicago.
- APA 7 umum dipakai di banyak tugas akademik modern, terutama yang banyak mengutip jurnal atau sumber digital. Formatnya terasa “ketat” dan konsisten. Catatan pentingnya: buku tidak mencantumkan lokasi penerbit, dan DOI atau URL ditulis sebagai tautan.
- Chicago (CMS) sering dipakai di bidang tertentu atau ketika pengajar ingin format bibliografi yang khas. Polanya bisa terlihat lebih “naratif”, terutama jika dipasangkan dengan catatan kaki, walaupun Anda tetap bisa menulis daftar pustaka versi bibliografi.
Kalau Anda ragu, langkah paling aman: lihat contoh yang diminta dosen atau pedoman penulisan kampus. Setelah itu, gunakan salah satu paket contoh di bawah secara konsisten.
Contoh daftar pustaka APA 7: template dan contoh per sumber
Di bagian ini, Anda bisa langsung menyalin formatnya, lalu mengganti elemen sesuai sumber Anda. Agar cepat dibaca di HP, saya ringkas dalam tabel dan contoh baris.
Tabel template APA 7 (ringkas)
| Jenis sumber | Template APA 7 | Contoh (format) |
|---|---|---|
| Buku | Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku. Penerbit. | Pratama, A. (2021). Metode penelitian sosial. Penerbit X. |
| Bab dalam buku | Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul bab. Dalam Inisial. Editor (Ed.), Judul buku (hlm. xx-xx). Penerbit. | Sari, D. (2020). Teknik wawancara. Dalam R. Putra (Ed.), Riset lapangan (hlm. 45-60). Penerbit Y. |
| Artikel jurnal | Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. DOI/URL | Wibowo, H. (2022). Pola belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan, 12(2), 55-70. |
| Artikel website | Penulis/Organisasi. (Tahun, Tanggal). Judul halaman. URL | Kementerian X. (2023, 10 Mei). Panduan layanan Y. |
| Skripsi/tesis | Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul (Skripsi/Tesis). Nama Institusi. URL (jika ada) | Putri, N. (2020). Analisis kebijakan Z (Skripsi). Universitas A. |
| Video YouTube | Nama kanal. (Tahun, Tanggal). Judul video [Video]. YouTube. URL | Kanal Belajar. (2022, 3 Juni). Cara sitasi cepat [Video]. YouTube. |
Catatan penting untuk buku di APA 7: lokasi penerbit tidak dicantumkan. Ini bukan “selera”, memang aturannya berubah. Penjelasan resminya bisa Anda lihat di APA Style tentang lokasi penerbit.
Contoh daftar pustaka APA 7 dari buku
- Buku satu penulis
Rahman, F. (2020). Pengantar sosiologi. Penerbit Nusantara. - Buku dua penulis
Wijaya, T., & Lestari, M. (2019). Dasar-dasar ekonomi. Penerbit Ilmu.
Contoh daftar pustaka APA 7 dari jurnal
- Ada DOI
Ananda, R. (2023). Strategi membaca akademik. Jurnal Literasi, 8(1), 10-25. - Tidak ada DOI, pakai URL yang stabil
Siregar, P. (2021). Perilaku belanja online mahasiswa. Jurnal Manajemen, 6(2), 33-48.
Untuk aturan jumlah penulis dan cara menuliskan banyak penulis di APA 7, rujukan ringkas yang mudah diikuti ada di Purdue OWL tentang perubahan APA edisi 7.
Contoh daftar pustaka APA 7 skripsi atau tesis
Putra, A. (2021). Analisis kualitas layanan transportasi (Tesis). Universitas B.
Contoh daftar pustaka APA 7 video YouTube
useAT akadimia. (2024, 12 Februari). MENDELEY STYLE APA 7th MEMBUAT DAFTAR PUSTAKA OTOMATIS [Video]. YouTube.
Contoh daftar pustaka Chicago (CMS) versi bibliografi
Chicago punya variasi, tetapi jika Anda diminta menulis bibliografi, contoh sederhananya seperti ini.
- Buku satu penulis
Pratama, Andi. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Penerbit X, 2021. - Buku dua penulis
Wijaya, Tono, dan Maya Lestari. Dasar-dasar Ekonomi. Bandung: Penerbit Ilmu, 2019. - Artikel jurnal
Wibowo, Hadi. “Pola Belajar Mahasiswa.” Jurnal Pendidikan 12, no. 2 (2022): 55-70. - Website
Kementerian X. “Panduan Layanan Y.” Diakses 10 Januari 2024.
Di Chicago, Anda akan sering melihat kota penerbit ditulis. Ini berbeda dari APA 7 untuk buku yang tidak lagi mencantumkan lokasi penerbit. Jadi, jangan menyalin format Chicago ke APA, atau sebaliknya.
Kasus yang sering bikin salah di Indonesia dan cara beresinnya
- Penulis Indonesia tanpa marga, urut alfabet jadi membingungkan
Prinsip umum: gunakan kata terakhir sebagai “nama belakang” untuk pengurutan, kecuali pedoman kampus Anda menulis aturan berbeda. Jika nama penulis hanya satu kata, tetap tulis apa adanya dan urutkan sesuai huruf pertama nama itu. - Sumber pemerintah, instansi, atau lembaga
Tuliskan nama lembaganya sebagai penulis. Ini lebih rapi daripada memaksakan nama orang yang tidak tercantum di dokumen. - URL panjang dan tidak stabil
Jika jurnal punya DOI, prioritaskan DOI. Jika tidak, gunakan URL yang benar-benar mengarah ke halaman artikel. Ini membantu pembaca melakukan cek cepat. - Konten internet berubah cepat
Di era ketika internet dipakai mayoritas masyarakat, rujukan digital makin umum. Data penetrasi internet dari ANTARA tentang survei APJII relevan sebagai pengingat: sumber online akan terus Anda pakai, jadi biasakan menulis URL rapi dan konsisten sejak awal.
Checklist 30 detik sebelum dikumpulkan
- Gaya sitasi Anda konsisten dari awal sampai akhir (APA 7 atau Chicago).
- Semua sumber yang dikutip di isi tulisan muncul di daftar pustaka.
- Urutan alfabet sudah benar.
- Judul buku atau jurnal sudah dimiringkan jika gaya mengharuskannya.
- Untuk sumber digital, DOI atau URL bisa dibuka.
- Format tanda baca tidak lompat-lompat.
CTA: kalau Anda sering diminta format berbeda antar dosen, simpan satu dokumen “template contoh daftar pustaka” di ponsel. Saat selesai menulis, Anda tinggal menyesuaikan. Lebih enak daripada revisi di jam-jam terakhir.
Baca Juga : Cara Menghapus Akun Google: Permanen vs Hapus dari HP
FAQ
1) Apa itu daftar pustaka?
Daftar pustaka adalah daftar sumber yang Anda gunakan dalam tulisan. Tujuannya supaya pembaca bisa melacak asal informasi, dan tulisan Anda lebih kredibel. Dalam konteks akademik, daftar pustaka juga menunjukkan Anda menghargai karya orang lain karena sumbernya jelas, bukan sekadar “kata orang”.
2) Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari buku menurut APA 7?
Format dasarnya: Penulis. (Tahun). Judul buku (miring). Penerbit. Untuk APA 7, lokasi penerbit tidak dicantumkan lagi. Anda cukup menulis nama penerbitnya saja, lalu pastikan tanda baca konsisten. Jika buku punya DOI, tuliskan DOI setelah nama penerbit.
3) Apakah daftar pustaka jurnal harus pakai DOI?
Jika artikel jurnal memiliki DOI, sebaiknya gunakan DOI karena paling stabil dan mudah dilacak. Jika tidak ada DOI, Anda bisa memakai URL yang mengarah ke halaman artikel. Pada APA 7, DOI dan URL ditulis sebagai tautan, dan praktik ini umum untuk sumber elektronik.
4) Bagaimana cara menulis daftar pustaka dari website yang benar?
Minimal tulis penulis atau organisasi, tanggal publikasi jika ada, judul halaman, lalu URL. Jika tidak ada penulis individu, gunakan nama instansi. Untuk halaman yang sering berubah atau tidak punya tanggal, beberapa pedoman memperbolehkan menambahkan tanggal akses. Namun keputusan akhirnya tetap mengikuti aturan pengajar atau kampus Anda.
5) Jika penulisnya banyak, apakah ditulis semua?
Tergantung gaya. Pada APA 7, jumlah penulis yang dicantumkan di daftar referensi lebih banyak dibanding edisi lama. Jika penulisnya sangat banyak, ada aturan pemendekan. Karena detailnya teknis, cara paling aman adalah mengikuti pedoman APA 7 secara konsisten dan jangan “mengarang” aturan sendiri.
6) Apa bedanya daftar pustaka dan referensi?
Dalam tugas sekolah dan kuliah di Indonesia, istilah “daftar pustaka” dan “referensi” sering dipakai bergantian. Bedanya bisa muncul di pedoman tertentu, misalnya “referensi” merujuk pada sumber yang benar-benar dikutip. Praktiknya, yang paling penting adalah konsistensi istilah dan format sesuai aturan yang diminta.
7) Bagaimana format daftar pustaka untuk skripsi atau tesis?
Umumnya: Penulis. (Tahun). Judul (miring). Jenis karya (Skripsi atau Tesis). Nama institusi. Jika naskah tersedia online, tambahkan URL repository. Pastikan Anda tidak mencampur gaya, dan cek pedoman penulisan skripsi di kampus karena sering ada detail kecil yang wajib diikuti.
